Jakarta, Mediaparlemen.com – Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menilai rencana kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi kedua negara.
Namun, ia menegaskan pemerintah perlu melakukan kajian yang mendalam agar perjanjian tersebut benar-benar memberikan manfaat yang seimbang bagi perekonomian nasional.
Menurut Anggia, kerja sama tersebut berpotensi membuka peluang lebih luas bagi Indonesia untuk terlibat dalam rantai pasok global. Meski demikian, setiap perjanjian perdagangan internasional harus dianalisis secara matang sebelum disepakati.
“Ini peluang strategis untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Namun, kajian yang komprehensif tetap diperlukan agar manfaatnya seimbang,” ujar Anggia di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mendorong pemerintah memaparkan isi perjanjian secara terbuka kepada publik. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami dampak dan implikasi kebijakan tersebut.
Selain itu, ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan perdagangan internasional harus selaras dengan agenda pembangunan ekonomi nasional, termasuk mendukung program hilirisasi industri.
Komisi VI DPR RI juga menyoroti potensi dampak fiskal dari perjanjian tersebut, terutama jika terdapat skema penghapusan tarif impor yang dapat memengaruhi penerimaan negara.
Karena itu, DPR meminta pemerintah menyiapkan analisis dan simulasi yang matang agar kebijakan tersebut tidak berdampak negatif terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Baca Juga: Komisi VI DPR Soroti Kesiapan Energi dan Transportasi Jelang Mudik 2026
Anggia menegaskan, Komisi VI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan perdagangan internasional agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian Indonesia. (*)













