Jakarta, Mediaparlemen.com – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel berdampak pada pelaku usaha kecil di daerah. Salah satunya perajin sarung Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Tegal, Jawa Tengah yang mengalami penundaan ekspor hingga 50.000 potong sarung ke pasar Afrika.
Menurut Fikri, tertundanya pengiriman dua kontainer sarung tersebut tidak hanya merugikan pengusaha, tetapi juga berpotensi berdampak pada pekerja tenun dan pemasok bahan baku lokal.
Ia mendorong pelaku UMKM melakukan diversifikasi pasar ekspor agar tidak bergantung pada satu kawasan. Negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Turki dinilai berpotensi menjadi alternatif pasar.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas akses pasar global.
Baca Juga: Benny Utama Apresiasi Kinerja Polri
“Dengan memiliki beberapa tujuan pasar ekspor, pelaku usaha akan lebih siap menghadapi situasi global yang tidak menentu,” ujarnya. (*)











