No Result
View All Result
mediaparlemen.com
Advertisement
Sabtu, 29/11/25 | 11:26 WIB
  • Aspirasi
  • Budget
  • GSI
  • Inspirasi
  • Kontrol
  • Legislasi
  • Podium
  • Reses
  • Aspirasi
  • Budget
  • GSI
  • Inspirasi
  • Kontrol
  • Legislasi
  • Podium
  • Reses
No Result
View All Result
Media Parlemen
No Result
View All Result
Home Aspirasi

Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia

Rabu, 17/9/25 | 10:01 WIB
in Aspirasi
Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia

Ilustrasi by porostimur.com

MEDIAPARLEMEN – Isu “dinasti politik” di Indonesia masih menjadi bahasan yang menarik. Jika mengacu kepada angota DPR Ri periode 2024-2029, sejumlah kursi di Senayan diketahui diisi oleh figur yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat lain, sehingga memunculkan kekhawatiran akan semakin sempitnya ruang demokrasi di Indonesia.

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat, sedikitnya 79 dari 580 anggota DPR RI memiliki hubungan kekerabatan dengan pejabat aktif. Angka ini belum termasuk riwayat pekerjaan, proyek bersama, maupun kekerabatan jauh yang sulit dilacak publik.

READ ALSO

No Content Available

Pakar Politik dan Demokrasi dari Fisipol UGM, Arga Pribadi Imawan, M.A., menilai fenomena ini merupakan konsekuensi dari sistem partai politik yang masih didominasi lingkaran elit.

“Partai-partai besar hingga hari ini masih dikuasai orang-orang dari lingkar kekuasaan. Posisi strategis sering kali lebih mudah didapatkan karena faktor keluarga atau kerabat, bukan karena kapasitas individu,” ujarnya.

Menurut Arga, setidaknya ada tiga modal yang menentukan seseorang bisa melenggang ke parlemen: modal sosial, modal politik, dan modal ekonomi.

  • Modal sosial: popularitas yang biasanya ditopang jejaring keluarga atau status sebagai public figure.
  • Modal politik: dukungan kuat dari partai, terutama bagi figur yang mampu menggerakkan mesin politik.
  • Modal ekonomi: besarnya biaya kampanye yang kerap menjadi penentu kemenangan.

“Fenomena dinasti politik ini membuat masyarakat biasa semakin sulit masuk ke gelanggang politik,” jelas Arga.

Ia menegaskan, kondisi tersebut akan melanggengkan eksklusivitas di lingkaran politik, sekaligus memperbesar peluang kolusi dan nepotisme. Jika di negara besar seperti Amerika, dinasti politik muncul karena mekanisme demokratis berjalan, maka di Indonesia justru sebaliknya: dinasti politik dianggap melemahkan demokrasi.

Arga juga menyoroti sisi regulasi. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak mengatur larangan keluarga pejabat untuk maju sebagai anggota legislatif. Sementara dalam Pilkada, aturan sempat ada melalui Pasal 7 UU Nomor 8 Tahun 2015, namun kemudian dihapus akibat turbulensi politik.

“Selama tidak ada regulasi yang jelas, maka fenomena ini akan terus berulang. Representasi rakyat semakin berkurang karena yang tampil lebih banyak mengabdi pada partai, bukan pada publik,” tegasnya.

Arga berharap kampus dan institusi pendidikan dapat ikut menjaga marwah demokrasi nasional. Caranya, dengan mendorong kajian akademik, diskusi publik, dan penyadaran masyarakat melalui tulisan-tulisan yang kritis. “Universitas punya peran penting untuk mengembalikan demokrasi kita agar tidak terjebak pada lingkaran eksklusif,” tutupnya.

Tags: dinasti politik
ShareTweetSendShare

Related Posts

No Content Available
Next Post
Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi

Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Sejarah Parlemen Dunia: Dari Forum Rakyat hingga Demokrasi Modern

Sejarah Parlemen Dunia: Dari Forum Rakyat hingga Demokrasi Modern

Jumat, 12/9/25 | 11:53 WIB
Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia

Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia

Rabu, 17/9/25 | 10:01 WIB
Utang Indonesia dari Zaman Soekarno hingga Prabowo: Sebuah Jejak Panjang Ekonomi Negeri

Utang Indonesia dari Zaman Soekarno hingga Prabowo: Sebuah Jejak Panjang Ekonomi Negeri

Senin, 15/9/25 | 11:26 WIB
Terjalnya Perjalanan RUU Perampasan Aset di Indonesia

Terjalnya Perjalanan RUU Perampasan Aset di Indonesia

Selasa, 16/9/25 | 17:07 WIB
Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi

Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi

Selasa, 23/9/25 | 10:08 WIB

EDITOR'S PICK

Sejarah DPD RI: Lahirnya Wakil Daerah di Senayan

Sejarah DPD RI: Lahirnya Wakil Daerah di Senayan

Selasa, 16/9/25 | 16:53 WIB
Pansus-Pansus DPR RI 10 Tahun Terakhir: Dari Skandal hingga Pengawasan

Pansus-Pansus DPR RI 10 Tahun Terakhir: Dari Skandal hingga Pengawasan

Senin, 15/9/25 | 16:48 WIB

Berita Populer

  • Sejarah Parlemen Dunia: Dari Forum Rakyat hingga Demokrasi Modern

    Sejarah Parlemen Dunia: Dari Forum Rakyat hingga Demokrasi Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Utang Indonesia dari Zaman Soekarno hingga Prabowo: Sebuah Jejak Panjang Ekonomi Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjalnya Perjalanan RUU Perampasan Aset di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Apa itu Media Parlemen ?

mediaparlemen.com

Media Parlemen adalah platform berita yang menyajikan informasi terkini dan terpercaya mengenai politik, kebijakan publik, dan isu-isu sosial terkait pemerintahan.

Follow us

Kategori

  • Aspirasi
  • Budget
  • Kontrol
  • Legislasi
  • Podium

Recent Posts

  • Sejarah Partai Politik di Indonesia, Dari Masa Pergerakan hingga Era Reformasi
  • Pakar Ingatkan Dinasti Politik Rusak Demokrasi di Indonesia
  • Terjalnya Perjalanan RUU Perampasan Aset di Indonesia
  • Sejarah DPD RI: Lahirnya Wakil Daerah di Senayan
Currently Playing
  • Home
  • Home 2

© 2025 Media Parlemen.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Home 2

© 2025 Media Parlemen.com